Demam Jojo? Jangan Sampai Menumbangkan Imanmu!


Oleh: Mimin Asy Syahidah

Soeara-peladjar.com - Jojo? Hm... Adakah yang masih asing dengan kata ini? Wah.. Kebangetan. Adalah satu nama yang paling banyak disebut akhir-akhir ini dan menjadi buah bibir remaja. Postingan di sosmed pun seliweran gambar-gambar Jojo. Lengkap dengan caption-caption yang justru merendahkan diri. Hm...

"Semi final buka baju, harusnya di babak final lebih dari itu", komentar warganet.

Yah, selebrasi yang dilakukan Jonathan Christie alias Jojo pebulutangkis asal Indonesia dalam ajang Asian Games 2018, menyita perhatian penonton. Saat ia lolos masuk final spontan ia membuka baju sebagai bentuk ekspresi kegembiraannya. Hal itu sontak disambut gemuruh  penonton perempuan di Istora Senayan, Jakarta.

Berlanjut saat Jojo mampu menumbangkan pebulutangkis asal Taiwan Chou Tiechen di babak final. Jojo kembali berselebrasi dengan gaya khasnya, buka kaos yang penuh keringat. Histeria penonton pun membuncah. Wow!

Tak ayal, pertandingan walau sudah usai, banjir twit dengan hastag #JojoBukaBaju terus mengalir. Hingga menjadikannya bertengger di deretan trending topik. Bahkan Presiden pun turut berkomentar perihal selebrasi ini. Mungkin biar ikutan viral kali ya. #Eh

Belajar dari viralnya selebrasi ini, seandainya yang buka baju itu bertubuh gempal bin gendut apakah penonton juga bakal histeris? Hayo, coba mikir!

Apakah jika yang berprestasi menyabet medali emas itu berwajah pas-pasan. Lantas, apakah semua penonton juga bakal bergemuruh?

Memang sih, kata orang-orang si Jojo ini berparas tampan. Lengkap dengan senyum menawan. Nah, inilah yang menjadikannya menyita perhatian. Kata netizen tubuhnya bak robekan roti. Wew...

Hm.. man teman, paras tampan itu emang sedap dipandang. Tapi itu hanya selapis kulit yang tentunya pemberian dari sang pencipta. Apabila melihat sesuatu yang indah, maka ingatlah sang pencipta. Pujilah penciptanya.

Guys, Sebagai seorang muslim. Kalian juga harus tahu loh, bahwa ada hal-hal standart yang harus kita perhatikan. Selebrasi, sah-sah saja. Tapi membuka aurat di tempat umum jelas tidak boleh. Pun kita dalam menikmati fotonya juga dilarang. Batasan aurat laki-laki sudah pada tahu kan? Yups, dari pusar hingga ke lutut. So, jaga diri, tundukkan pandangan!

Menjadi seorang yang prestatif layak dikagumi. Tapi yang prestatif dan juga sholeh jauh lebih layak dikagumi. Jojo dalam selebrasinya tanpa sengaja kamera pun menyorot kalungnya. Ia memakai atribut simbol agama tertentu.

Saat Islam diterapkan dalam sebuah sistem. Agama lain tak lantas bebas mengumbar aurat. Sebab Islam untuk semua manusia. Aturan kehidupan umum dan kehidupan khusus menjadi   aturan bagi semuanya. Maunya diri ingin menjaga pandangan, tapi kalau sekitar tidak mendukung susah akhirnya. Untuk itu kita semua merindukan Islam diterapkan seluruhnya. Agar semua sama-sama terjaga.

Pun, demikian. Saat Islam benar-benar di terapkan dalam kehidupan. Kita pasti bisa memperioritaskan, mana aktifitas yang harus di lakukan. Olahraga, tentu sangat berguna untuk menyehatkan badan. Namun, jangan sampai aktifitas ini malah berujung pada kelupaan kita pada kewajiban-kewajiban yang lain.

Lupa sholat, lupa ngaji, lupa berdakwah, lupa menolong saudara-saudara kita yang sedang kesusahan terkena musibah. Bahkan, lupa pada tujuan hidup kita. Menjadi seorang hamba Allah, Abdullah. Yang senantiasa taat kepadaNya di setiap aktifitas kehidupan.

Jangan sampai sebuah aktifitas olahraga melenakanmu, membuatmu bermaksiat kepadaNya. Atau bahkan, menjerumuskanmu ke neraka. Jangan sampai! Jangan sampai hal itu terjadi! (az)
Demam Jojo? Jangan Sampai Menumbangkan Imanmu! Demam Jojo? Jangan Sampai Menumbangkan Imanmu! Reviewed by soeara peladjar bangkit on Agustus 30, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.