‘Merah Putih’ Gen Millenial


Oleh: Chusnatul Jannah

Soeara-peladjar.com - Warna merah putih mulai menghiasi jalanan, sekolah, kampung, dan tempat umum. Hari merdeka sudah di depan mata. Yap, hari lahir bangsa Indonesia ini biasanya disemarakkan dengan berbagai kegiatan lomba, karnaval, dan pengajian. Kemerdekaan memang identik dengan warna merah putih. Sebab, dua warna ini menjadi simbol kebangkitan rakyat Indonesia. Merah artinya berani dan putih artinya suci.

Tapi, kali ini kita nggak bahas pernak pernik lomba ataupun karnaval ya gaes. Sebab, kita akan mengupas merah putihnya generasi milenial zaman now.

Apa arti merdeka menurutmu Sobat? Apakah merdeka itu menjadi manusia bebas yang tidak terkekang dengan aturan ataukah merdeka dalam arti kita sudah nggak dijajah sama bangsa kompeni dan kolonial?

Menurut Islam, merdeka itu membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Allah saja.

Melihat kondisi generasi milenial kini sepertinya kita belum merdeka ya.
Coba kita lihat sekitar, masih banyak kaum muda yang gemar bermaksiat kepada Allah SWT. Ada kaum muda yang demen banget mainkan sesuatu yang gampang viral semacam tiktok atau kiki challenge.

Pergaulan yang kebablasan hari ini semakin membuat miris hati. Sebab, cara bergaulnya tak indahkan aturan agama yang berakibat zina dimana – mana. Belum lagi orientasi hidup dunia yang begitu memuja materi.

Kesuksesan hanya diukur dari kekayaan materi. Alhasil, kaum muda terjebak dengan gaya hidup yang hedonis, sekuleris, liberalis, dan kapitalis. Sungguh komplit.

Sobat, semua paham is-is yang disebutkan diatas adalah catatan merah kabar generasi milenial hari ini. Pemikiran hedonis menjadikan gaya hidup generasi sekedar latah cari sensasi atau eksiskan diri. Aqidah sekuleris menjadikan kita makin jauh dari adab dan aturan kehidupan berlandaskan Islam. Liberalisasi pergaulan pun turut sumbangkan generasi yang kian rusak dan amoral. Merahnya nggak ketulungan sampai akal dan perasaan pun terheran-heran.

Ada apa denganmu kawan?
Mari kita renungkan. Prestasi pemuda di masa keemasan Islam benar – benar memukau. Aqidahnya murni sesuci warna putih. Cita – citanya bersih sebersih putih. Ali bin Abi Thalib, Mush’ab bin Umair, Aisyah ra, Fatimah Az Zahra,  Muhammad Al Fatih, Maryam Al Asturlabi, dan lainnya adalah sosok  muda mudi yang wajib diteladani. Sebab, hidup mereka diisi dengan ibadah, menuntut ilmu, dan berdakwah. Tak ada cerita ketika Islam berjaya zina merajalela, narkoba jadi makanan atau mati sia-sia menenggak miras oplosan.

Yuk kita isi semangat kemerdekaan dengan menghilangkan noktah merah kehidupan gen milenial. Putihkan dengan Iman setegar karang. Kaji Islam sebagai asupan. Agar pikiran dan perasaan tak lagi dijajah dengan pemikiran asing semisal hedonisme, sekulerisme, dan liberalisme. Karena merdekanya seorang  hamba adalah taat pada aturan pada Sang Pencipta, Allah SWT. (ar)
‘Merah Putih’ Gen Millenial ‘Merah Putih’ Gen Millenial Reviewed by soeara peladjar bangkit on Agustus 10, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.