Pelajar Trendi, Pelajar Berprestasi


Oleh: Pak Rateno*

Soeara-peladjar.com - Sobat, kalian tahu kan arti dari prestasi? Yup, prestasi bermakna hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).

Kalau kita masih sama dengan yang lain, berarti itu belum dikatakan berprestasi. Nah, sebagai seorang muslim maka berprestasi itu adalah hal yang penting. Karena bagi seorang muslim, menjadi lebih atau melakukan perbuatan yang terbaik adalah kewajiban.

Ini sesuai sabda Rasululllah saw.: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan perbuatan ihsan (kebaikan yang maksimal) pada segala sesuatu.” (HR Muslim)

Rasulullah saw sendiri, telah menjadi suri teladan yang baik dalam hal ini. Beliau adalah orang yang sangat menyukai dan mencintai prestasi. Bagaimana tidak, hampir setiap perbuatan yang dilakukan Rasulullah saw. selalu terjaga kualitasnya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara mutunya. Demikian juga keberaniannya, tafakurnya, dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya.

Seluruhnya senantiasa didedikasikan untuk suatu mutu yang tertinggi. Menjadi hamba yang terbaik, suami yang terbaik, ayah yang terbaik, kakek yang terbaik, tetangga yang terbaik, bahkan menjadi pemimpin negara yang terbaik. Keren dan bikin kita bangga.

Sobat, setidaknya ada 4 faktor yang harus kita miliki untuk menjadi remaja prestatif:

Pertama, niat yang kuat

Niat merupakan hal yang utama bila seseorang akan melakukan suatu kegiatan. Begitu juga dalam usaha untuk mencapai prestasi. Meskipun sama-sama punya niatan dan tujuan yang bakal diraih, tapi niatan karena Allah adalah niatan yang tak terkalahkan.

Sebab dengan niat ini, kita tetap akan mendapatkan balasan meski harapan kita nggak teraih. Selain itu, niat yang lurus akan membuat tentram hati kita dalam menjalani setiap aktivitas. Lain halnya jika niat kita cuman buat jadi nomor satu en ngalahin temen. Saat gagal, kita nggak akan dapat apa-apa, bahkan meski tercapai, kita tetap nggak mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala. Rugi banget kan?

So, niatkan bahwa kita melakukannya semata-mata untuk meraih ridho Allah Swt. Sucikan niat kita dalam menuntut ilmu apapun demi Allah Swt., karena menuntut ilmu pun merupakan ibadah. Allah Ta’ala berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”. (QS al-Mujaadilah [58]: 11)

Nah, niat yang lurus dan ikhlas, akan menghadirkan motivasi yang kuat. Jika niatnya semata-mata karena Allah Ta’ala, maka motivasinya pasti dong juga demi Allah Swt.

Kedua, kesungguhan dan semangat belajar yang tinggi

Jika kita tanyakan pada orang-orang yang berprestasi, apa kunci mereka bisa sukses di bidangnya, maka hampir bisa dipastikan jawabannya karena semangat belajar yang tinggi pada mereka. Orang yang berprestasi adalah orang-orang yang serius dan telaten dalam menekuni suatu kegiatan.

Setiap prestasi itu butuh kesungguhan dan kerja keras. Orang yang pengen berprestasi dalam pendidikannya butuh belajar giat, orang yang ingin sukses pekerjaannya juga butuh kerja keras, orang yang pengen jadi orang yang faqih dalam agama juga butuh usaha keras.

So, jika kita pengen seluruh aktivitas dan peran kita berprestasi, usahanya tentu harus lebih keras. Nabi saw. bersabda: Berkemauan keraslah kepada apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah kepada Allâh Ta’ala dan janganlah bersikap lemah. (HR Muslim)

Ketiga, lingkungan yang mendukung

Biar udah punya motivasi yang kuat dan semangat belajar yang tinggi, tetap aja kita butuh lingkungan yang mendukung. Lingkungan inilah yang akan turut menjaga keistiqomahan kita dan terus  mengobarkan semangat kita.

Nah, lingkungan seperti ini haruslah lingkungan yang sejalan dengan kita. Lingkungan yang bertolak belakang justru akan menurunkan energi semangat kita, bahkan menghancurkan motivasi yang kita bangun sebelumnya.

Inilah nasihat Rasulullah saw. untuk memilih lingkungan yang baik: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari No. 5534 dan Muslim No. 2628)

Jadi, pilihlah teman yang berjualan minyak wangi, ya. Ups! Maksudnya pilihlah teman-teman yang diibaratkan sebagai penjual wangi, yaitu teman-teman yang sholih dan membawa kita pada ketaatan.

Keempat, aturan dan dukungan negara

Aturan di masyarakat dan dukungan negara tentu sangat mendukung prestasi generasinya. Ini berkaitan dengan sistem yang diterapkan oleh negara. Ketika aturan Islam diterapkan oleh negara, pemerintah menjamin semua warganya agar mendapatkan pendidikan.

Penguasa saat itu menyediakan pendidikan gratis baik bagi warga yang miskin maupun yang kaya, muslim maupun non-muslim. Negara juga menyediakan berbagai fasilitas agar para pelajar bisa belajar dengan nyaman serta menyediakan sarana-prasarana demi mendukung kemajuan belajar siswa seperti perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.

Semua itu diperoleh tanpa membayar alias gratis! Bandingkan dengan kondisi sekarang! Persis sebagaimana yang telah diberitakan oleh media massa, ada banyak sekolah yang nyaris ambruk. Miris ya? Hm...

Nah, sobat. Itulah empat hal yang harus kalian miliki agar menjadi pelajar trendi. Pelajar yang berprestasi. Semoga bermanfaat. (ar)

*Pengasuh Sanggar Belajar Sandal Jepit
Pelajar Trendi, Pelajar Berprestasi Pelajar Trendi, Pelajar Berprestasi Reviewed by soeara peladjar bangkit on September 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.