Warning, Generasi Milineal Yang Rapuh: Kasus Bunuh Diri Remaja Malang


Oleh : Hanik Syukrillah*

Soeara-peladjar.com - Beberapa hari yang lalu, siswa sebuah SMK di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan gantung diri di pohon kopi belakang rumahnya. Remaja warga Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, yang duduk di kelas X ini diduga bunuh diri setelah diomeli ibunya lantaran sering pacaran (merdeka, 24/08/18).

Sekali lagi kita mendapati, kok begitu mudahnya generasi milineal hari ini begitu sangat rapuh dan mudah memutuskan sesuatu secara instan. Melihat fenomena rapuhnya generasi ini, bukan tidak mungkin peristiwa ini akan menjadi hal yang biasa terjadi, tentunya akan sangat memprihatinkan untuk keberlangsungan generasi mendatang.

Mengapa peristiwa diatas begitu mudah terjadi? Kita akan mencoba menelusuri biangnya. Penyebab kerapuhan suatu bahan, identik dengan kualitas bahan, kalau itu gelas, maka pastinya dalamnya tidak kuat, tipis. Kalau itu kayu, bisa dipastikan ikatan-ikatan yang di dalamnya tidak solid sehingga mudah patah.

Kalau kita ingin bertanya lebih jauh, sebenarnya ada apa di dalam diri pemuda ketika mereka begitu rapuh menghadapi kehidupan, mengapa tidak kuat menghadapai kesulitan dalam kehidupan. Banyak training kepribadian dan motivasi diberikan kepada pemuda, tidak kurang-kurang sekolah terus memberikan pendidikan karakter, namun apakah ini cukup dan mampu memberikan kekutan bagi pemuda menghadapi sulitanya kehidupan?

Ada yang harus dipahami bahwa kepribadian yang kuat tidak datang dengan sendirinya, namun harus ada upaya secara terus menerus yang harus dilakukan. Setidaknya dibutuhkan 3 pilar untuk menghasilkan generasi kuat dan berpengaruh, yaitu keluarga yang bervisi, lingkungan yang peduli, negara yang menaungi dengan aturan-aturannya.

Ketiga pilar ini pastinya akan dipengaruhi oleh pandangan kehidupan yang diterapkan dalam negara tersebut.

Pandangan hidup sekuler, pastinya menghasilkan keluarga yang individualis dan berorientasi materalistik, lingkungan yang dihasilkan berprinsip kebebasan, adapun negara berfungsi sebagai penjaga dan menfasilitasi kebebasan agar bisa terus berlangsung.

Pandangan hidup sekuler itulah yang sekarang ini mempengaruhi terbentuknya generasi hari ini.
Islam memiliki pandangan hidup yang khas, bangunan keluarga adalah benteng pertama yang membentuk kepribadian Islam, dibantu dengan masyarakat yang peduli dan turut menjaga generasi dari hal-hal yang bertentangan dengan Islam, kemudian di wadahi oleh aturan negara yang akan menindak tegas apapun yang akan merusak generasi baik fisik maupun pemikiran mereka.

Kita akan mendapati  bukti tidak terbantahkan bagaiman sosok pemuda yang kuat dan berani menghadapi kesulitan meski nyawa taruhannya, bagaimana Bilal tetap berusaha kuat mempertahankan keyakinannya, meski terus disiksa oleh majikannya karena sudah menjadi seorang muslim.

Bagaimana kuatnya Mushab bin umair ketika harus menghadapi tantangan dari ibunya karena memilih islam sebagai agamanya. Umar bin khattab yang tidak pernah takut kecuali kepada Allah dan senantiasa berani melawan siapapun yang menghalangi dakwah Islam. (rmn)

*Pembina Komunitas Remaja Malang
Warning, Generasi Milineal Yang Rapuh: Kasus Bunuh Diri Remaja Malang Warning, Generasi Milineal Yang Rapuh: Kasus Bunuh Diri Remaja Malang Reviewed by soeara peladjar bangkit on September 03, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.