Ads Newsify

header ads

Negeriku Meronta


Oleh : Raden Ayu Ekalina*

Seringai amarah-MU geram menampar
Gusar pada jiwa-jiwa yang ingkar
Mencabut sejengkal demi sejengkal
Nyawa-nyawa yang tersengal

Bumi ikut menggeliat
Samudra pun mengulum dahsyat
Letih memikul maksiat
Saban hari berlipat-lipat

Tetiba semua musnah
Karena kebatilan mengejawantah
Yang tak hanya singgah
Menetap bagai borok,  betah

Wahai anak Adam..
Inilah imbas ulahmu di akhir zaman
Kami dipaksa merasakan
Pedihnya kehilangan.. (imn)

*Anggota komunitas revowriter

Posting Komentar

0 Komentar