Pray For Palu, Musibah Ini Karena Allah Masih Cinta


Oleh: Endah Sulistiowati*

Soeara-peladjar.com - Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Indonesia kembali berduka, setelah gempa di Nusa Tenggara Barat, kini gempa dan sunami menerjang Sulawesi Tengah, korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang menghantam Sulawesi Tengah mencapai 832 orang ketika tulisan ini dibuat, bisa jadi jumlah korban semakin bertambah.

Gempa bumi tektonik yang berpusat di 26 km utara Donggala, Sulawesi Tengah disebabkan oleh aktivitas sesar Palu Koro. Guncangannya sangat keras dirasakan warga karena sesar itu berada di daratan.

Gempa tektonik yang berkekuatan magnitudo 7,4 dengan kedalaman 11 kilometer terjadi pada Jumat (28/9) pukul 17.02 lebih 44 detik WIB, atau 18.02 lebih 44 detik WITA. Gempa inilah yang menyebabkan longsoran bawah laut, sehingga terjadi tsunami.

Musibah demi musibah Allah turunkan di negeri Muslim Terbesar ini secara beruntun, bagi orang-orang yang mau berfikir  (ulil Albab) maka musibah ini bukan lah fenomena alam semata, lebih dari itu.

Gempa dan tsunami ini adalah peringatan dini dari Allah. Bagaimana sejarah para nabi dan kaumnya, peringatan dan hukuman tidak lepas dari fenomena gempa, tsunami, petir, angin kencang. Allah mendatang air bah kepada kaum Nabi Nuh. Allah membalik tanah kaum Nabi Luth. Dan itu kita saksikan dan dirasakan oleh saudara kita di Lombok, Palu, Donggala.

Ada asap pasti ada api, disini berlaku hukum sebab akibat. Mengapa saat ini sekali lagi Allah menurunkan peringatan keras, apa yang sudah terjadi di negeri ini, apa yang telah diperbuat penguasa dan para penduduk nya?

Kita tidak menjustifikasi bahwa penduduk Palu dan Donggala punya dosa besar, bahwa mereka pelaku maksiat. Tidak, kita tidak melakukan itu. Seluruh wilayah yang tergabung dalam negara Indonesia adalah satu kesatuan. Yang terjadi di Lombok, Palu maupun Donggala sekarang adalah peringatan bagi seluruh rakyat dan penguasa Indonesia.

Indonesia awalnya adalah negara yang gemah ripah loh jinawi. Negara yang kaya SDA. Tapi saat ini semua sudah berpindah tangan, semua dikuasai asing, hanya sebagian kecil yang masih tersisa. Penguasa sudah tidak lagi menjadi pengayom rakyat. Semua beradu untuk kepentingan golongan masing-masing, apalagi jelang pilpres 2019, diposisi mana penguasa saat ini semakin tampak.

Lepas dari abai nya penguasa dalam mengurus rakyatnya, kita dihadapkan pada peliknya kondisi masyarakat Indonesia. Himpitan ekonomi membuat masyarakat menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup, riba sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Pergaulan bebas berkembang pesat, kehamilan yang tidak diinginkan dan meningkatnya angka tragedi buang bayi selalu berbanding lurus. Belum lagi LGBT seperti semakin mendapatkan angin di negeri ini. Bahkan destinasi wisata yang berkembang pesat sebagai tulang punggung perekonomian saat ini turut menyumbang semakin rusaknya sosial masyarakat, Hotel-hotel banyak didirikan, homestay, tempat-tempat hiburan yang justru banyak mengundang kemaksiatan.

Hal ini diperparah dengan perlakuan pemerintah dan sebagian ormas/masyarakat terhadap para ulama dan orang-orang yang konsisten terhadap dakwah Islam. Mereka di persekusi, dikucilkan, bahwa ada yang endingnya masuk penjara. Begitu keji perlakuan mereka terhadap ulama dan orang-orang yang tsiqoh dijalan dakwah.

Umat jangan lupa, gempa atau sunami tidak saja tiba-tiba terjadi. Alam semesta ini tunduk pada aturan Sang Pencipta. Jadi kalau Allah swt tidak memerintahkan tanah/bumi untuk bergerak, bergetar, amblas, maka gempa bumi tidak akan terjadi. Demikian juga dengan tsunami, ombak laut tidak akan bergerak meluap sedemikian besar melahap daratan kalau tidak diperintahkan. Pun juga yang terjadi pada angin. Sehingga hal ini bisa dimaknai bahwa musibah ini juga dikehendaki oleh Sang Maha Pengatur.

Musibah gempa dan tsunami Palu Sulawesi Tengah ini adalah peringatan Allah yang kesekian kalinya dikirim pada masyarakat Indonesia. Sadarlah! Segera Kembali pada aturan yang Maha Kuasa. Atau Allah akan gulung semua negeri ini seperti yang pernah terjadi pada umat/kaum sebelumnya. Na'udzubillah. Wallahu 'alam bishowab.  (imn)

*Founder Muslimah Voice
Pray For Palu, Musibah Ini Karena Allah Masih Cinta Pray For Palu, Musibah Ini Karena Allah Masih Cinta Reviewed by soeara peladjar bangkit on Oktober 05, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.