Serius Dalam Belajar


Oleh: Manshur Abdillah

Soeara-peladjar.com - Sobat, kalian pernah dengar nggak. Ungkapan berikut ini:

بَابٌ مِنَ الْعِلْمِ يَتَعَلَّمُهُ الرَّجُلُ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Satu bab ilmu agama yang dipelajari oleh seseorang lebih baik baginya daripada dunia seisinya.” (Hasan Al Bashri, Waratsatul Anbiya`, hal. 18)

Hm.... Gimana nih, apa kabar Sobat Soeara Peladjar? Moga tetap sehat dan baik selalu serta tetap semangat dalam menuntut ilmu. Aamiin

Sobat, Kira kira tertarik apa tidak dengan sesuatu yang lebih baik dengan dunia seisinya? Pelajar cerdas tertarik dong tentunya.

Sobat, hidup ini hanya sekali meski kita akan dihidupkan kembali setelah mati kelak. Nah, hidup yang sekali dan sebentar ini rugi kiranya jika kita tidak maksimal dalam berbuat. Ingat bahwa kehidupan berikutnya sangat ditentukan sekarang. Hukum alam alias sunnatullah  menetapkan siapa berbuat lebih maka hasilnya juga akan lebih. Ada sich yang minim usaha tapi maksimal hasil.Yang begitu mah langka dan  tentu ada ilmunya.

Sobat, kita boleh sama dalam beraktifitas belajar tiap hari. Sama sama pergi pagi pulang sore dalam menuntut ilmu. Namun hasilnya dijamin pasti beda dech. Capeknya boleh sama tapi nilai  tentu beda. Ada yang memuaskan ada yang biasa biasa saja bahkan ada juga yang mengenaskan, hah. Singkat kata, Banyak yang hanya ngejar prestasi dan piala dalam belajar namun sedikit yang berburu pahala.

Nah, biar rutinitas belajar kita bernilai pahala dan piala jika mungkin serta tidak sia sia, maka wajib hukumnya menata hati. Ikhlas adalah kata kuncinya. Jangan sampai hati kosong dari ketulusan hanya mengharap pahala dari Allah swt semata. Jangan belajar karena ingin dipuji.Kita tata hati ini untuk menghilangkan kebodohan dan dalam rangka menjalankan kewajiban setiap beraktifitas belajar. Jangan lupa juga kita niati ibadah.

Karena apalah artinya prestasi, pujian, pintar, nilai tinggi bahkan deretan piala jika tidak bernilai ibadah. Karena ibadah merupakan tujuan penciptaan manusia dan jin. Ingat sobat pesan  Allah  swt  lewat firman-Nya,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57)

“Tidaklah Aku (Allah) ciptakan seluruh jin dan manusia melainkan untuk beribadah hanya kepadaku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan”. (QS. Adz Dzariyat [51] : 56).

Sobat, ibadah menurut Ibnu Katsir  secara bahasa berarti kerendahan atau kehinaan. Sedang dalam ungkapan syari’at ibadah adalah ungkapan untuk semua hal yang mengumpulkan/mengandung kesempurnaan kecintaan, kepatuhan, takut. Inilah yang disebutkan sebagian ulama”[Tafsir Al Quran Al Adhiem,Ibnu Katsir,1/134].

Nah sobat, Jika demikian makna ibadah, maka tidak lucu jadinya jika  ngaku pelajar tapi tidak punya sopan santun dan hormat pada orang tua, guru, teman juga pada ilmu itu sendiri. Mengherankan jika belajar tapi tidak serius. Ibadah kok tidak serius, BAB (Buang Air Besar) saja harus konsentrasi penuh kok, tidak bisa dibayangkan bagaimana jadinya ada orang BAB tapi tidak serius. ha..ha..ha..ha, serius dech please.

Sobat, ungkapan Imam Hasan Al Bashri diatas sangat memotivasi kita dalam belajar. Syaratnya kita harus yaqin bahwa dibalik kehidupan dunia ini ada kehidupan yang lebih segalanya.

Seorang muslim harus berfikir jauh kedepan melewati batas dunia nyata. Hidupnya tidak mengejar dunia saja tapi raih pula dibalik dunia ini. Jika untuk mengejar prestasi, piala, penghargaan dan ijazah kelulusan saja kita harus maksimal, maka untuk mengejar pahala kita harus supermaksimal tentunya.

Sobat, berikut pesan Nabi saw agar akhirat kita dapat-duniapun mudah merapat. Pahala tercatat-pialapun kita dekap. Caranya utamakan akhirat dan seriusi dunia. Niati ibadah dalam belajar dan bersungguh sungguh menjalaninya. Anas bin Malik pernah mendengar Nabi saw bersabda:

مَنْ كَانَتِ اْلآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فـِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah akan jadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah kumpulkan baginya urusannya yang tercerai-berai, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tidak suka kepadanya. Dan barangsiapa yang dunia menjadi cita-citanya, Allah akan jadikan kefakiran di depan matanya, Dia cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali hanya apa yang telah ditentukan baginya.”(HR. At-Tirmidzi ).

Oke sobat, selamat berburu pahala dan piala. Jadikan setiap waktu dan aktifitas bernilai pahala. Jadilah pelajar cerdas dengan tetap semangat belajar, hormati guru dan ilmu juga jangan lupa berdoa selalu. Semoga sesuatu yang lebih baik dari dunia seisinya dapat diraih setiap harinya. Aamiin. (az)
Serius Dalam Belajar Serius Dalam Belajar Reviewed by soeara peladjar bangkit on Oktober 09, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.